Chatmo
WhatsApp Business

Cara Membuat Katalog WhatsApp Business yang Bikin Pelanggan Langsung Order

Katalog WhatsApp Business membuat pelanggan bisa melihat produk, harga, dan foto tanpa meninggalkan chat. Pelajari cara membuat katalog di aplikasi, batasannya, cara menulis deskripsi yang menjual, dan cara membagikannya agar benar-benar menghasilkan pesanan.

Antonio Kurniawan

Antonio Kurniawan

Product & Customer Success

TerbitDiperbarui 6 menit baca Read in English
Ikon WhatsApp hijau tiga dimensi
Di halaman ini
  1. Kenapa katalog penting untuk jualan di WhatsApp?
  2. Langkah membuat katalog di WhatsApp Business App
  3. Menulis nama dan deskripsi produk yang menjual
  4. Foto produk: konsistensi lebih penting dari kemewahan
  5. Mengelompokkan produk dengan koleksi
  6. Cara membagikan katalog agar dilihat
  7. Dari keranjang ke pembayaran
  8. Contoh penerapan: toko kue rumahan
  9. Mengukur apakah katalog bekerja
  10. Katalog di WhatsApp Business API
  11. Merawat katalog agar tetap akurat
  12. Kesalahan yang sering terjadi
  13. Ringkasan

Poin penting

  • Katalog WhatsApp Business menampilkan produk dengan foto, harga, deskripsi, dan link langsung di profil bisnis.
  • Banyak sumber menyebut batas sekitar 500 produk per katalog; cek batas terbaru di aplikasi Anda.
  • Foto yang konsisten, nama produk yang jelas, dan harga yang terlihat jauh lebih menentukan penjualan daripada jumlah produk.
  • Kelompokkan produk ke dalam koleksi agar pelanggan cepat menemukan yang dicari.
  • Katalog hanyalah etalase; penjualan tetap terjadi saat admin membalas cepat dan menutup dengan instruksi pembayaran yang jelas.

Katalog WhatsApp Business adalah etalase produk di dalam WhatsApp. Pelanggan bisa melihat foto, nama, harga, dan deskripsi produk langsung dari profil bisnis atau dari link yang Anda kirim, tanpa harus membuka website. Cara membuatnya: buka WhatsApp Business, masuk ke Alat Bisnis, pilih Katalog, lalu tambahkan produk satu per satu. Banyak panduan menyebut batas sekitar 500 produk per katalog, tetapi yang paling menentukan penjualan bukan jumlah produk, melainkan seberapa jelas foto, harga, dan cara memesannya.

Artikel ini membahas langkah membuat katalog, cara menulis deskripsi yang menjual, cara mengelompokkan produk, cara membagikannya di berbagai tempat, dan bagaimana katalog bekerja bersama tim admin agar setiap orang yang melihat produk benar-benar berakhir dengan pesanan.

Kenapa katalog penting untuk jualan di WhatsApp?

Tanpa katalog, percakapan penjualan di WhatsApp biasanya berjalan seperti ini: pelanggan bertanya "ada apa saja?", admin mengirim belasan foto satu per satu, pelanggan bertanya harga setiap foto, dan percakapan berlangsung lama sebelum ada keputusan. Katalog memotong proses itu.

  • Pelanggan bisa melihat sendiri. Mereka menggulir produk dengan nyaman tanpa menunggu admin.

  • Admin menghemat waktu. Cukup kirim satu link katalog atau link produk tertentu.

  • Informasi konsisten. Harga dan deskripsi sama untuk semua pelanggan, tidak bergantung pada admin yang membalas.

  • Terlihat lebih profesional. Profil bisnis dengan katalog yang rapi memberi kesan toko yang serius.

Langkah membuat katalog di WhatsApp Business App

  1. Buka aplikasi WhatsApp Business dan pastikan versinya terbaru.

  2. Ketuk menu Alat Bisnis (di Android lewat ikon titik tiga, di iPhone lewat tab Pengaturan).

  3. Pilih Katalog, lalu ketuk Tambah produk baru atau Tambah item baru.

  4. Unggah foto produk. Satu produk bisa memiliki beberapa foto, jadi tampilkan sisi depan, detail, dan contoh pemakaian.

  5. Isi nama produk, harga, deskripsi, link (misalnya ke halaman produk di website), dan kode produk.

  6. Simpan. Produk akan ditinjau sebentar sesuai kebijakan perdagangan Meta, lalu tampil di katalog.

  7. Ulangi untuk produk lain, kemudian kelompokkan ke dalam koleksi.

Pastikan produk yang Anda jual tidak termasuk kategori yang dilarang oleh kebijakan perdagangan Meta, seperti obat resep, senjata, atau produk dewasa. Produk yang melanggar bisa ditolak atau dihapus dari katalog.

Nama dan deskripsi produk sering diisi asal-asalan, padahal itulah yang dibaca pelanggan sebelum memutuskan bertanya.

Nama produk

Gunakan pola jenis produk + ciri utama + varian. Contoh: "Kemeja Linen Lengan Pendek, Navy" lebih jelas daripada "Kemeja Summer 01". Pelanggan mencari berdasarkan apa yang mereka butuhkan, bukan kode internal Anda.

Harga

Selalu cantumkan harga. Produk tanpa harga memaksa pelanggan bertanya, dan sebagian memilih tidak bertanya sama sekali. Jika harga bergantung pada ukuran atau jumlah, tulis harga mulai dari, lalu jelaskan di deskripsi.

Deskripsi

Deskripsi yang baik menjawab pertanyaan yang paling sering muncul di chat. Struktur sederhana yang bisa dipakai:

  • Satu kalimat manfaat utama: untuk siapa dan untuk apa.

  • Bahan atau spesifikasi penting.

  • Ukuran atau varian yang tersedia.

  • Info pengiriman atau estimasi waktu produksi jika ada.

  • Ajakan memesan: "Ketuk Kirim Pesan dan sebutkan ukuran yang diinginkan."

Contoh deskripsi untuk produk makanan:

Sambal bawang khas Surabaya, pedas level 3, tanpa pengawet. Isi 200 gram, tahan 30 hari di suhu ruang dan 3 bulan di kulkas. Dikirim setiap Senin dan Kamis. Ketuk Kirim Pesan untuk pesan, sebutkan jumlah botol dan kota tujuan.

Foto produk: konsistensi lebih penting dari kemewahan

Anda tidak perlu studio mahal untuk foto katalog yang bagus. Yang penting konsisten:

  • Latar yang sama untuk semua produk, misalnya putih polos atau kayu terang.

  • Cahaya alami dari jendela, hindari lampu kuning yang mengubah warna produk.

  • Sudut yang sama untuk produk sejenis agar katalog terlihat rapi saat digulir.

  • Satu foto pemakaian nyata di setiap produk, misalnya baju dipakai model atau makanan disajikan di piring.

  • Hindari teks berlebihan di foto. Informasi harga dan promo lebih baik ditulis di deskripsi.

Smartphone dan dompet kulit di atas meja putih

Mengelompokkan produk dengan koleksi

Koleksi adalah kelompok produk di dalam katalog, misalnya "Best Seller", "Koleksi Lebaran", "Di Bawah Rp100 Ribu", atau berdasarkan kategori seperti "Atasan" dan "Bawahan". Koleksi membantu pelanggan yang tidak tahu harus mulai dari mana.

Beberapa ide koleksi yang efektif:

  • Best Seller, karena pelanggan baru cenderung memilih produk yang sudah terbukti laku.

  • Paket hemat, gabungan beberapa produk dengan harga lebih menarik.

  • Musiman, misalnya Ramadan, back to school, atau akhir tahun.

  • Berdasarkan kebutuhan, misalnya "Untuk Kulit Berminyak" atau "Untuk Kado".

Cara membagikan katalog agar dilihat

Katalog yang tidak dibagikan hanya dilihat oleh pelanggan yang kebetulan membuka profil bisnis. Bagikan katalog secara aktif:

  • Link katalog di bio Instagram, TikTok, dan Facebook. Pelanggan dari media sosial bisa langsung melihat produk.

  • Link produk saat menjawab chat. Daripada mengirim foto, kirim link produk dari katalog agar pelanggan melihat harga dan deskripsi lengkap.

  • Status WhatsApp. Unggah foto produk baru dengan ajakan membuka katalog.

  • Pesan sambutan. Tambahkan link katalog di balasan otomatis untuk pelanggan baru. Panduannya ada di artikel cara membuat auto reply WhatsApp Business.

  • QR code di toko fisik atau kemasan. Ubah link katalog atau link WhatsApp menjadi QR code. Caranya ada di artikel cara membuat link WhatsApp dan QR code.

Dari keranjang ke pembayaran

Pelanggan bisa memasukkan beberapa produk ke keranjang dan mengirimkannya sebagai pesan. Di sinilah tugas admin dimulai, dan di sinilah banyak toko kehilangan penjualan karena lambat.

Begitu pesanan keranjang masuk, balas dengan pesan yang lengkap dalam satu kali kirim:

Terima kasih Kak Rani, pesanan Kakak: 2 botol Sambal Bawang dan 1 botol Sambal Ijo. Total Rp135.000 + ongkir Rp18.000 ke Malang = Rp153.000. Pembayaran bisa lewat link berikut, dan pesanan dikirim Kamis ini. Mau dibantu proses sekarang?

Satu pesan berisi rincian, total, cara bayar, dan jadwal kirim membuat pelanggan bisa langsung memutuskan. Panduan lengkap menerima pesanan dan pembayaran di chat ada di artikel cara menerima pesanan dan pembayaran di WhatsApp.

Contoh penerapan: toko kue rumahan

Seorang pemilik toko kue rumahan di Bekasi menerima pesanan lewat WhatsApp dengan cara lama: setiap pelanggan yang bertanya dikirimi 20 foto kue dan daftar harga dalam bentuk gambar. Pelanggan sering bertanya ulang harga kue tertentu, dan banyak yang tidak membalas lagi setelah menerima tumpukan foto.

Ia lalu menyusun katalog berisi 35 produk dalam empat koleksi: Kue Ulang Tahun, Kue Kering, Hampers, dan Pesanan Kantor. Setiap produk diberi foto dengan latar kayu yang sama, harga mulai dari, ukuran yang tersedia, dan keterangan "pesan minimal H-2". Balasan otomatis untuk pelanggan baru berisi link katalog dan pertanyaan "untuk acara apa, Kak?".

Hasilnya, pertanyaan berulang soal harga hampir hilang. Pelanggan datang ke chat dengan pertanyaan yang lebih spesifik, misalnya "Kue ulang tahun diameter 20 cm bisa tulisan nama?", sehingga percakapan lebih cepat menuju pesanan. Koleksi Pesanan Kantor juga membuka pasar baru karena perusahaan di sekitar tokonya bisa melihat paket snack box tanpa harus bertanya dari nol.

Mengukur apakah katalog bekerja

Katalog bukan sekadar pajangan. Ukur dampaknya dengan beberapa cara sederhana:

  • Hitung chat yang diawali dari katalog atau link produk. Pesan yang berisi keranjang atau rujukan produk menunjukkan katalog dipakai.

  • Bandingkan waktu sampai pesanan. Percakapan yang dimulai dari katalog biasanya lebih cepat selesai daripada yang dimulai dari "ada apa saja?".

  • Lihat produk yang paling sering ditanyakan. Jika produk tertentu sering ditanya tetapi jarang dibeli, mungkin harga, foto, atau deskripsinya perlu diperbaiki.

  • Catat alasan pelanggan batal. Ongkir, stok, atau waktu pengiriman sering menjadi alasan yang bisa dijawab lebih awal di deskripsi.

Katalog di WhatsApp Business API

Katalog di aplikasi cocok untuk toko kecil dengan satu atau dua admin. Saat tim lebih besar dan nomor sudah memakai WhatsApp Business API, katalog dikelola lewat Commerce Manager di Meta. Keuntungannya:

  • Katalog bisa disinkronkan dari website atau file produk, sehingga tidak perlu input manual satu per satu.

  • Produk bisa dikirim dalam pesan produk, baik satu produk maupun beberapa produk sekaligus, di dalam jendela layanan 24 jam.

  • Banyak admin bisa memakai katalog yang sama dari inbox bersama tanpa berbagi satu ponsel.

Di ChatMo, percakapan dari nomor WhatsApp Business API masuk ke inbox bersama, sehingga setiap pesanan dari katalog punya pemilik yang jelas dan bisa diberi label seperti "Menunggu Pembayaran" atau "Sudah Dikirim".

Merawat katalog agar tetap akurat

Katalog yang tidak diperbarui lebih berbahaya daripada tidak punya katalog. Pelanggan yang memesan produk yang ternyata sudah habis akan kecewa. Biasakan:

  • Tandai produk habis atau sembunyikan sementara, jangan biarkan tetap tampil.

  • Perbarui harga setiap kali ada perubahan, termasuk saat promo berakhir.

  • Hapus produk yang tidak dijual lagi.

  • Tinjau katalog setiap minggu, misalnya setiap Senin pagi sebelum chat ramai.

Kesalahan yang sering terjadi

  1. Produk tanpa harga. Pelanggan malas bertanya dan pergi.

  2. Nama produk berupa kode. "SKU-2231" tidak berarti apa-apa bagi pelanggan.

  3. Foto gelap dan tidak konsisten. Katalog terlihat seperti tumpukan foto acak.

  4. Tidak pernah membagikan link katalog. Katalog hanya dilihat segelintir orang.

  5. Lambat merespons pesanan keranjang. Pelanggan yang sudah memilih produk adalah pelanggan paling siap membeli. Jangan biarkan mereka menunggu.

Ringkasan

  • Buat katalog lewat Alat Bisnis, lengkapi foto, nama, harga, deskripsi, dan link.

  • Tulis nama yang jelas, cantumkan harga, dan jawab pertanyaan umum di deskripsi.

  • Kelompokkan produk dalam koleksi dan bagikan link katalog di semua kanal.

  • Balas pesanan keranjang dengan rincian lengkap dalam satu pesan.

  • Untuk tim besar, gunakan katalog di WhatsApp Business API dan kelola pesanan di inbox bersama.

Pertanyaan yang sering diajukan

Bagaimana cara membuat katalog di WhatsApp Business?

Buka WhatsApp Business, masuk ke Alat Bisnis, pilih Katalog, lalu tambahkan produk dengan foto, nama, harga, deskripsi, link, dan kode produk. Simpan, dan katalog langsung tampil di profil bisnis Anda.

Berapa jumlah maksimal produk di katalog WhatsApp?

Banyak panduan menyebut batas sekitar 500 produk atau layanan per katalog. Batas bisa berubah, jadi periksa langsung di aplikasi WhatsApp Business Anda.

Apakah pelanggan bisa membeli langsung dari katalog?

Pelanggan bisa memasukkan produk ke keranjang dan mengirimkannya sebagai pesan ke bisnis. Pembayaran dan konfirmasi pesanan tetap diselesaikan lewat percakapan.

Bagaimana cara membagikan katalog WhatsApp?

Buka katalog, ketuk ikon bagikan, lalu salin link katalog atau link produk tertentu. Link bisa dipasang di bio media sosial, website, atau dikirim ke pelanggan.

Apakah katalog tersedia di WhatsApp Business API?

Ya. Di WhatsApp Business API, katalog dikelola lewat Commerce Manager di Meta dan bisa ditampilkan dalam pesan produk, sehingga cocok untuk bisnis dengan banyak admin.

Bagikan artikel ini

Antonio Kurniawan

Tentang penulis

Antonio Kurniawan

Product & Customer Success

Tim produk dan customer success ChatMo membantu bisnis di Indonesia mengelola percakapan WhatsApp, Instagram, dan webchat dengan AI agent dan inbox bersama.

WhatsApp Business

WhatsApp Business App vs API: Perbedaan, Biaya, dan Kapan Harus Upgrade

Aplikasi WhatsApp Business gratis dan cocok untuk 1-2 orang, sedangkan WhatsApp Business API mendukung banyak admin, otomasi AI, broadcast ribuan kontak, dan laporan. Artikel ini membandingkan keduanya dan membantu Anda memutuskan kapan harus upgrade.

Antonio Kurniawan

Antonio Kurniawan

6 menit baca

Kelola semua chat pelanggan dari satu inbox

WhatsApp, Instagram, Facebook, Telegram, dan webchat dalam satu tempat, dengan AI agent yang membalas 24/7.