24 Contoh Template Pesan WhatsApp Business dan Cara Agar Disetujui Meta
Template pesan WhatsApp wajib dipakai saat bisnis menghubungi pelanggan lebih dulu atau membalas setelah 24 jam. Pelajari anatomi template, penyebab penolakan, dan 24 contoh siap pakai untuk toko online, klinik, kursus, dan layanan jasa.

Antonio Kurniawan
Product & Customer Success

Di halaman ini
- Kapan bisnis wajib memakai template?
- Anatomi template WhatsApp
- Tiga kategori template dan bedanya
- Kenapa template sering ditolak?
- Sebelum dan sesudah: menulis ulang template yang ditolak
- 24 contoh template siap pakai
- Cara membuat dan mengirim template di ChatMo
- Praktik terbaik agar template efektif
- Checklist sebelum menekan tombol ajukan
- Kesimpulan
Poin penting
- Template wajib dipakai saat bisnis memulai percakapan atau membalas lebih dari 24 jam setelah pesan terakhir pelanggan.
- Batas utama template: header teks 60 karakter, body 1.024 karakter, footer 60 karakter, dan maksimal 10 tombol.
- Ada tiga kategori: Marketing, Utility, dan Authentication; promo yang diajukan sebagai Utility biasanya ditolak atau dipindah kategori.
- Penyebab penolakan tersering: kategori tidak sesuai, variabel tanpa konteks, duplikat, dan link pemendek anonim.
- Template paling efektif singkat, punya satu tujuan, menyapa dengan nama, dan memakai tombol.
Template pesan WhatsApp Business adalah format pesan yang sudah disetujui Meta dan wajib dipakai saat bisnis menghubungi pelanggan lebih dulu, atau saat membalas setelah lewat 24 jam dari pesan terakhir pelanggan. Template terdiri dari header (opsional), body maksimal 1.024 karakter, footer maksimal 60 karakter, dan sampai 10 tombol. Agar cepat disetujui, pilih kategori yang sesuai (Marketing, Utility, atau Authentication), isi contoh untuk setiap variabel, dan hindari bahasa yang menyesatkan atau terlalu promosi.
Di artikel ini Anda akan menemukan anatomi template, aturan yang sering membuat template ditolak, dan 24 contoh template siap pakai untuk toko online, klinik, pendidikan, dan layanan jasa yang bisa langsung Anda sesuaikan.
Kapan bisnis wajib memakai template?
WhatsApp Business API membedakan dua situasi. Selama pelanggan baru saja mengirim pesan (jendela layanan 24 jam), Anda bebas membalas dengan teks, gambar, atau dokumen apa pun. Di luar jendela itu, satu-satunya cara memulai percakapan adalah template yang sudah disetujui. Contoh situasi yang membutuhkan template:
Mengirim konfirmasi pesanan atau nomor resi beberapa hari setelah pelanggan terakhir chat.
Mengingatkan jadwal janji temu besok pagi.
Mengirim kode OTP untuk login.
Broadcast promo ke pelanggan yang pernah membeli.
Template juga menjadi dasar biaya pesan, karena tarifnya mengikuti kategori. Detail tarif per kategori bisa dibaca di artikel biaya WhatsApp API per pesan.
Anatomi template WhatsApp
Variabel ditulis dengan format {{1}}, {{2}}, dan seterusnya. Saat mengajukan template, Meta meminta contoh nilai untuk setiap variabel, misalnya "Rina" untuk nama dan "INV-20391" untuk nomor pesanan. Contoh ini membantu reviewer memahami konteks pesan.

Tiga kategori template dan bedanya
Marketing: promo, diskon, peluncuran produk, ajakan kembali berbelanja, ucapan hari raya yang berisi penawaran. Kategori dengan tarif tertinggi.
Utility: pesan yang berkaitan dengan transaksi atau akun yang sudah ada: konfirmasi pesanan, update pengiriman, pengingat tagihan, perubahan jadwal.
Authentication: kode sekali pakai untuk verifikasi atau login. Formatnya paling ketat dan biasanya menggunakan tombol salin kode.
Hati-hati: template Utility yang diselipi promo ("pesanan Anda sudah dikirim, dan dapatkan diskon 20% untuk pembelian berikutnya") biasanya dipindahkan Meta ke kategori Marketing. Pisahkan pesan transaksi dan pesan promosi.
Kenapa template sering ditolak?
Kategori tidak sesuai isi. Promo yang diajukan sebagai Utility adalah penyebab paling umum.
Variabel tanpa konteks. Template yang isinya hampir seluruhnya variabel, misalnya "Halo {{1}}, {{2}}", tidak bisa dinilai reviewer.
Variabel di awal atau akhir pesan tanpa kalimat pendamping, atau variabel berurutan tanpa teks di antaranya.
Isi yang menyesatkan atau melanggar kebijakan, seperti janji keuntungan berlebihan, produk yang dibatasi, atau permintaan data sensitif.
Duplikat. Template dengan isi body dan footer yang sama persis dengan template lain di akun Anda bisa ditandai duplikat.
Link pemendek anonim yang menyembunyikan tujuan. Gunakan domain Anda sendiri.
Template biasanya disetujui dalam hitungan menit, tetapi bisa memakan waktu hingga 24 jam. Ajukan template untuk kampanye penting minimal sehari sebelumnya.
Sebelum dan sesudah: menulis ulang template yang ditolak
Tiga contoh berikut sering kami temui di akun baru. Perhatikan pola perbaikannya: tujuan jelas di kalimat pertama, variabel diberi konteks, dan kategori sesuai isi.
Perbaikan kecil seperti ini biasanya cukup untuk lolos di pengajuan berikutnya. Jika template ditolak, baca alasan penolakan di dashboard, perbaiki, lalu ajukan sebagai versi baru dengan nama berbeda.
Panjang ideal template
Batas body memang 1.024 karakter, tetapi template yang paling banyak dibaca biasanya hanya 2-4 kalimat. Pelanggan membaca notifikasi di layar kunci, jadi pastikan inti pesan sudah terlihat di 1-2 baris pertama. Simpan detail panjang di halaman tujuan tombol, bukan di body template.
24 contoh template siap pakai
Ganti angka dalam kurung kurawal dengan variabel dari data kontak Anda. Kategori ditulis di akhir setiap contoh.
Toko online dan e-commerce
"Halo {{1}}, terima kasih sudah berbelanja di Toko Kami. Pesanan {{2}} senilai {{3}} sudah kami terima dan sedang diproses. Kami kabari lagi saat paket dikirim." (Utility)
"Pesanan {{1}} sudah dikirim dengan {{2}}. Nomor resi: {{3}}. Ketuk tombol di bawah untuk melacak paket." [Tombol: Lacak paket] (Utility)
"Halo {{1}}, pembayaran pesanan {{2}} belum kami terima. Batas pembayaran: {{3}}. Butuh bantuan? Balas pesan ini." (Utility)
"Halo {{1}}, ukuran {{2}} yang kamu tanyakan sudah restock. Stoknya terbatas, mau kami simpankan satu?" [Tombol: Ya, simpankan] [Tombol: Stop info restock] (Marketing)
"Hai {{1}}, barang di keranjangmu masih menunggu. Selesaikan pesanan sebelum {{2}} dan dapatkan gratis ongkir." [Tombol: Lanjut checkout] (Marketing)
"Terima kasih sudah menerima pesanan {{1}}, {{2}}. Bagaimana pengalaman belanjamu? Balas angka 1 sampai 5." (Utility)
Klinik, salon, dan layanan janji temu
"Halo {{1}}, janji temu Anda dengan {{2}} terjadwal pada {{3}} pukul {{4}}. Mohon datang 10 menit lebih awal." [Tombol: Konfirmasi] [Tombol: Ubah jadwal] (Utility)
"Pengingat: jadwal perawatan {{1}} Anda besok pukul {{2}} di cabang {{3}}. Balas UBAH jika perlu menjadwal ulang." (Utility)
"Halo {{1}}, sudah 3 bulan sejak perawatan terakhir Anda. Saatnya kontrol rutin. Mau kami bantu carikan jadwal?" (Marketing)
"Hasil pemeriksaan {{1}} sudah tersedia. Silakan unduh melalui tombol di bawah dengan kode akses yang dikirim terpisah." [Tombol: Lihat hasil] (Utility)
Pendidikan dan kursus
"Halo {{1}}, pendaftaran kelas {{2}} sudah kami terima. Kelas dimulai {{3}}. Detail jadwal kami kirim di pesan berikutnya." (Utility)
"Pengingat: tagihan {{1}} sebesar {{2}} jatuh tempo pada {{3}}." [Tombol: Bayar sekarang] (Utility)
"Kelas {{1}} hari ini dipindah ke ruang {{2}} pukul {{3}}. Mohon maaf atas perubahannya." (Utility)
"Halo {{1}}, pendaftaran batch baru {{2}} dibuka sampai {{3}}. Alumni mendapat potongan {{4}}." (Marketing)
Layanan jasa, B2B, dan properti
"Halo {{1}}, terima kasih sudah menghubungi kami. Penawaran untuk {{2}} sudah kami kirim ke email {{3}}. Ada yang ingin didiskusikan?" (Utility)
"Tiket {{1}} Anda sudah kami terima dan sedang ditangani tim {{2}}. Estimasi selesai: {{3}}." (Utility)
"Tiket {{1}} telah selesai. Jika masalah masih terjadi, balas pesan ini dalam 3 hari dan tiket akan dibuka kembali." (Utility)
"Halo {{1}}, unit {{2}} yang Anda tanyakan masih tersedia dan ada jadwal kunjungan Sabtu ini. Mau kami daftarkan?" (Marketing)
Akun dan keamanan
"{{1}} adalah kode verifikasi Anda. Demi keamanan, jangan bagikan kode ini kepada siapa pun." [Tombol: Salin kode] (Authentication)
"Ada login baru ke akun Anda dari {{1}} pada {{2}}. Jika bukan Anda, segera ubah kata sandi." (Utility)
"Kata sandi akun {{1}} berhasil diubah pada {{2}}." (Utility)
Re-engagement dan opt-in
"Halo {{1}}, terima kasih sudah bergabung. Kamu akan menerima info pesanan dan promo khusus di WhatsApp. Balas STOP kapan saja untuk berhenti." (Utility)
"Hai {{1}}, sudah lama tidak mampir. Ada koleksi baru yang mungkin kamu suka, plus voucher {{2}} khusus pelanggan lama." [Tombol: Lihat koleksi] [Tombol: Stop promo] (Marketing)
"Selamat ulang tahun, {{1}}! Ada hadiah kecil dari kami: voucher {{2}} yang berlaku sampai {{3}}." (Marketing)
Cara membuat dan mengirim template di ChatMo
Buka menu template WhatsApp pada channel WhatsApp Official Anda, lalu klik buat template baru.
Isi nama template dengan huruf kecil dan garis bawah, misalnya
konfirmasi_pesanan_v1, lalu pilih kategori dan bahasa.Tambahkan header, body, footer, dan tombol. Isi contoh untuk setiap variabel.
Kirim untuk persetujuan. Status template akan berubah otomatis setelah Meta selesai meninjau.
Pakai template yang sudah disetujui di Broadcast, workflow, atau langsung dari percakapan saat jendela 24 jam sudah tertutup.

Tips: beri nomor versi di nama template (v1, v2). Template yang sudah disetujui tidak bisa diubah sembarangan, jadi versi baru memudahkan Anda menguji kalimat tanpa kehilangan template lama.
Praktik terbaik agar template efektif
Satu tujuan per template. Pesan yang mencampur konfirmasi, promo, dan survei membingungkan pelanggan dan reviewer.
Sapa dengan nama dan sebutkan konteks di kalimat pertama.
Gunakan tombol daripada meminta pelanggan mengetik balasan tertentu.
Sediakan cara berhenti untuk template marketing, misalnya tombol "Stop promo".
Ukur hasilnya: tingkat baca, klik, dan balasan per template. Template dengan tingkat blokir tinggi bisa dijeda Meta.
Untuk panduan mengirim template ke banyak kontak tanpa menurunkan kualitas nomor, baca juga cara broadcast WhatsApp tanpa diblokir.
Checklist sebelum menekan tombol ajukan
Lima menit pemeriksaan sebelum mengajukan template bisa menghemat satu hari menunggu ulang. Gunakan daftar ini setiap kali tim membuat template baru:
Nama template deskriptif dan konsisten, misalnya
pengingat_pembayaran_v2, agar mudah dicari saat jumlah template sudah puluhan.Bahasa dipilih sesuai isi. Bila melayani pelanggan Indonesia dan internasional, buat versi bahasa Indonesia dan Inggris dengan nama yang sama.
Setiap variabel punya contoh yang realistis. Meta memakai contoh ini untuk menilai apakah isi pesan masuk akal.
Kategori sesuai isi. Bila ada kata promo, diskon, atau ajakan membeli, pilih Marketing.
Link memakai domain sendiri, bukan pemendek link anonim, dan halaman tujuannya aktif.
Dibaca orang kedua. Minta rekan membaca dari sudut pandang pelanggan: apakah jelas siapa pengirimnya dan apa yang harus dilakukan?
Simpan daftar ini di dokumen tim, lalu tambahkan alasan penolakan yang pernah Anda alami agar kesalahan yang sama tidak terulang.
Kesimpulan
Template WhatsApp adalah pintu masuk setiap percakapan yang dimulai bisnis. Pahami batasan tiap bagian, pilih kategori dengan jujur, beri contoh variabel yang jelas, dan simpan satu tujuan per template. Dengan 24 contoh di atas, Anda bisa menyiapkan set template inti dalam satu sore dan langsung memakainya untuk notifikasi, pengingat, dan promo.
Ingin mengelola template, broadcast, dan balasan pelanggan dari satu dashboard? Jadwalkan demo ChatMo.
Pertanyaan yang sering diajukan
Apa itu template pesan WhatsApp Business?
Template adalah format pesan yang disetujui Meta untuk dipakai di WhatsApp Business API saat bisnis menghubungi pelanggan lebih dulu atau membalas setelah jendela layanan 24 jam tertutup.
Berapa lama template WhatsApp disetujui?
Biasanya dalam hitungan menit, tetapi bisa hingga 24 jam. Ajukan template untuk kampanye penting minimal sehari sebelumnya.
Kenapa template WhatsApp saya ditolak?
Penyebab paling umum adalah kategori yang tidak sesuai isi, variabel tanpa kalimat pendamping, isi yang menyesatkan, duplikat template lain, atau link pemendek yang menyembunyikan tujuan.
Berapa maksimal tombol dalam satu template?
Maksimal 10 tombol, dengan batas 2 tombol URL, 1 tombol telepon, dan 1 tombol salin kode. Teks tombol maksimal 25 karakter.
Apa beda template Marketing dan Utility?
Marketing berisi promosi dan penawaran, sedangkan Utility berkaitan dengan transaksi atau akun yang sudah ada seperti konfirmasi pesanan dan pengingat tagihan. Tarif keduanya berbeda.

Tentang penulis
Antonio Kurniawan
Product & Customer Success
Tim produk dan customer success ChatMo membantu bisnis di Indonesia mengelola percakapan WhatsApp, Instagram, dan webchat dengan AI agent dan inbox bersama.



