Chatmo
Marketing & Broadcast

TikTok Messaging Ads: Beda Direct Messaging dan Instant Messaging, Cara Setup, dan Menangani Leads

TikTok Messaging Ads membuat penonton iklan langsung memulai chat dengan bisnis, di DM TikTok atau di WhatsApp. Pelajari perbedaan kedua format, kapan memilih yang mana, langkah menyiapkannya, dan cara menangani leads agar biaya iklan tidak terbuang.

Antonio Kurniawan

Antonio Kurniawan

Product & Customer Success

TerbitDiperbarui 7 menit baca Read in English
Logo TikTok tiga dimensi dengan latar gelap
Di halaman ini
  1. Perbedaan Direct Messaging dan Instant Messaging Ads
  2. Kapan memilih Direct Messaging Ads
  3. Kapan memilih Instant Messaging Ads
  4. Langkah menyiapkan TikTok Messaging Ads
  5. Menulis pesan pembuka yang menghasilkan leads berkualitas
  6. Menangani leads: menit pertama paling menentukan
  7. Ide materi video untuk iklan pesan
  8. Contoh penerapan: klinik gigi di Medan
  9. Anggaran awal dan cara menaikkan skala
  10. Mengukur keberhasilan TikTok Messaging Ads
  11. Kesalahan yang sering terjadi
  12. Ringkasan

Poin penting

  • TikTok Messaging Ads punya dua format: Direct Messaging Ads ke DM TikTok dan Instant Messaging Ads ke aplikasi pesan seperti WhatsApp atau Messenger.
  • Direct Messaging cocok jika tim aktif melayani di TikTok; Instant Messaging cocok jika penjualan dan follow-up Anda berjalan di WhatsApp.
  • Pesan pembuka dan pertanyaan pertama menentukan kualitas leads lebih dari target audiens.
  • Leads iklan pesan harus dibalas dalam hitungan menit, atau biaya per leads akan terbuang.
  • Ukur biaya per percakapan yang berkualitas dan biaya per pesanan, bukan hanya biaya per klik.

TikTok Messaging Ads adalah format iklan TikTok yang mengajak penonton memulai percakapan dengan bisnis, bukan sekadar mengunjungi website. Ada dua format: Direct Messaging Ads, yang membuka percakapan di DM TikTok sehingga penonton tetap berada di aplikasi, dan Instant Messaging Ads, yang membawa penonton ke aplikasi pesan pihak ketiga seperti WhatsApp atau Messenger. TikTok mengumumkan format ini hadir di Indonesia sebagai bagian dari peluncuran di Asia Pasifik. Pilih Direct Messaging jika tim Anda aktif melayani di TikTok, dan Instant Messaging jika penjualan serta follow-up Anda berjalan di WhatsApp.

Iklan pesan sangat cocok untuk produk dan jasa yang butuh konsultasi sebelum dibeli. Tetapi format ini juga paling mudah membuang anggaran jika tim tidak siap membalas. Artikel ini membahas cara memilih format, menyiapkannya, dan menangani leads agar setiap rupiah iklan bekerja.

Perbedaan Direct Messaging dan Instant Messaging Ads

Aspek

Direct Messaging Ads

Instant Messaging Ads

Ke mana penonton diarahkan

DM TikTok dengan akun bisnis Anda

Aplikasi pesan pihak ketiga, misalnya WhatsApp atau Messenger

Penonton meninggalkan TikTok?

Tidak

Ya, pindah ke aplikasi pesan

Di mana tim membalas

Aplikasi TikTok atau alat pesan TikTok

Di aplikasi pesan atau inbox yang terhubung, misalnya WhatsApp

Data kontak

Tetap di dalam TikTok

Nomor atau akun pelanggan tersimpan di aplikasi pesan

Cocok untuk

Brand yang ingin pengalaman tanpa pindah aplikasi

Bisnis yang closing dan follow-up di WhatsApp

Tidak ada format yang selalu lebih baik. Pertanyaan yang tepat adalah: di mana tim Anda paling cepat dan paling siap menjawab, dan di mana Anda bisa menindaklanjuti pelanggan setelah percakapan pertama?

Kapan memilih Direct Messaging Ads

Direct Messaging Ads mengurangi gesekan karena penonton tidak perlu pindah aplikasi. Format ini cocok jika:

  • Akun bisnis TikTok Anda aktif dan ada orang yang memantau DM setiap hari.

  • Produk Anda cukup sederhana sehingga pertanyaan bisa diselesaikan dalam satu atau dua balasan.

  • Anda ingin menguji minat pasar sebelum membangun proses penjualan di aplikasi lain.

Perlu diingat, fitur pesan otomatis untuk akun bisnis TikTok seperti pesan sambutan dan balasan kata kunci tersedia untuk akun yang memenuhi syarat tertentu. Periksa Pusat Bantuan TikTok untuk syarat terbaru di akun Anda.

Kapan memilih Instant Messaging Ads

Instant Messaging Ads lebih masuk akal jika:

  • Tim penjualan sudah bekerja di WhatsApp, dengan balasan cepat, label, dan proses follow-up yang jelas.

  • Produk atau jasa Anda butuh beberapa percakapan sebelum pelanggan memutuskan, misalnya properti, kursus, atau renovasi.

  • Anda ingin memiliki kontak pelanggan untuk pengingat, update, dan penawaran berikutnya.

  • Anda ingin semua leads dari TikTok, Facebook, dan Instagram masuk ke satu inbox yang sama.

Bagi pengguna ChatMo, Instant Messaging Ads ke WhatsApp adalah pilihan yang paling praktis, karena chat langsung masuk ke inbox bersama dan bisa dibagikan ke tim, diberi label, serta dijawab AI agent. ChatMo saat ini tidak mengelola DM TikTok, sehingga leads dari Direct Messaging Ads tetap dibalas lewat alat yang disediakan TikTok.

Langkah menyiapkan TikTok Messaging Ads

Nama menu di TikTok Ads Manager bisa berubah, tetapi alurnya secara umum seperti ini:

  1. Siapkan akun. Pastikan Anda punya akun TikTok Ads Manager dan akun bisnis TikTok yang terhubung. Untuk Instant Messaging, siapkan nomor WhatsApp bisnis yang akan menerima chat.

  2. Buat kampanye dengan tujuan yang mendukung percakapan atau pengumpulan leads, lalu pilih lokasi optimasi ke pesan: DM TikTok untuk Direct Messaging, atau aplikasi pesan instan untuk Instant Messaging.

  3. Atur audiens dan anggaran. Mulai dengan anggaran harian yang cukup untuk mendapat data dalam satu sampai dua minggu, lalu sempitkan berdasarkan hasil.

  4. Siapkan materi video. Gunakan video vertikal yang terasa seperti konten TikTok biasa, bukan iklan televisi. Tunjukkan masalah dan hasil di tiga detik pertama.

  5. Tulis pesan pembuka dan pertanyaan. Siapkan pesan sambutan dan pilihan pertanyaan yang relevan dengan iklan. Untuk Instant Messaging, siapkan pesan pembuka yang terisi otomatis di WhatsApp.

  6. Pasang pelacakan. Tambahkan kode kampanye di pesan pembuka, misalnya "(TT-ADS-01)", agar setiap chat bisa ditelusuri ke iklan asalnya.

  7. Uji sebelum tayang. Klik pratinjau iklan dari ponsel, pastikan chat terbuka dengan benar, dan pastikan tim tahu iklan akan mulai berjalan.

Tangan memegang smartphone yang memutar video

Pesan pembuka menentukan siapa yang memulai chat dan apa yang mereka tanyakan. Pesan yang terlalu umum menghasilkan banyak chat "Halo" yang tidak berlanjut. Pesan yang spesifik menghasilkan lebih sedikit chat, tetapi kualitasnya jauh lebih baik.

Kurang efektif

Lebih efektif

"Halo, saya mau tanya"

"Halo, saya mau estimasi biaya renovasi dapur (TT-ADS-01)"

"Info dong"

"Saya mau tahu jadwal kelas bahasa Inggris anak usia 7 tahun"

"Masih ada?"

"Saya tertarik paket perawatan wajah untuk kulit berjerawat"

Pertanyaan yang disarankan di iklan juga sebaiknya membantu memilah: "Berapa kisaran harganya?", "Apakah melayani area saya?", "Bisa jadwal minggu ini?". Setiap pilihan memberi Anda petunjuk tentang kebutuhan pelanggan.

Menangani leads: menit pertama paling menentukan

Leads dari iklan pesan adalah leads yang paling cepat dingin. Penonton mengetuk iklan saat sedang menggulir, dan perhatian mereka bisa pindah ke video berikutnya dalam hitungan detik. Beberapa prinsip yang terbukti membantu:

Siapkan balasan otomatis yang berguna

Balasan otomatis pertama harus memberi nilai, bukan hanya "Terima kasih, admin akan membalas". Contoh: "Halo Kak, terima kasih sudah tertarik. Paket kelas bahasa Inggris anak mulai Rp450 ribu per bulan, 8 pertemuan. Anak Kakak usia berapa?"

Tentukan siapa yang membalas selama iklan tayang

Iklan TikTok sering paling ramai di malam hari. Jika tim hanya bekerja pukul 09.00 sampai 17.00, pertimbangkan AI agent untuk jam di luar itu, atau atur jadwal tayang iklan mengikuti jam layanan.

Beri label sumber di setiap chat

Dengan kode kampanye di pesan pembuka, setiap chat bisa diberi label otomatis. Di ChatMo, workflow WhatsApp Official dapat membaca pesan pertama dan memberi label seperti "TikTok Ads - Renovasi". Label ini membuat Anda bisa menghitung berapa chat yang menjadi pesanan untuk setiap iklan.

Serahkan ke manusia di saat yang tepat

AI agent bisa menjawab pertanyaan awal, tetapi saat pelanggan siap memesan, minta jadwal survei, atau menawar harga, chat sebaiknya diteruskan ke admin. Atur aturan serah terima yang jelas agar pelanggan tidak menunggu.

Ide materi video untuk iklan pesan

Iklan pesan bekerja paling baik jika videonya membuat penonton punya pertanyaan. Beberapa format yang sering berhasil:

  • Sebelum dan sesudah. Hasil perawatan, renovasi, atau les privat yang ditunjukkan dalam 10 detik, ditutup dengan "Mau tahu biayanya untuk kasus kamu? Chat kami."

  • Jawaban atas pertanyaan populer. Ambil pertanyaan yang paling sering masuk ke chat, lalu jawab sebagian di video. Penonton yang ingin detail lengkap akan chat.

  • Di balik layar. Proses pembuatan, pengecekan kualitas, atau tim yang sedang bekerja. Konten seperti ini membangun kepercayaan, terutama untuk bisnis jasa.

  • Testimoni yang terasa nyata. Pelanggan bercerita singkat dengan kamera ponsel jauh lebih meyakinkan daripada video studio.

  • Kalkulasi sederhana. "Berapa biaya kursus bahasa Inggris sampai lancar? Ini hitungannya." Angka konkret memancing orang menanyakan kasus mereka sendiri.

Buat tiga sampai lima variasi video sekaligus. Setelah satu minggu, hentikan yang biaya per percakapan berkualitasnya paling tinggi dan buat variasi baru dari yang terbaik.

Contoh penerapan: klinik gigi di Medan

Sebuah klinik gigi di Medan ingin mengisi jadwal perawatan behel. Mereka menjalankan Instant Messaging Ads ke WhatsApp dengan video dokter menjelaskan perbedaan behel metal dan behel keramik selama 20 detik. Pesan pembuka di WhatsApp terisi otomatis: "Halo, saya mau konsultasi biaya behel (TT-BEHEL)".

Balasan otomatis langsung memberi kisaran biaya dan bertanya apakah calon pasien sudah pernah rontgen gigi. Chat yang menjawab "sudah" diberi label prioritas dan diteruskan ke admin untuk menawarkan jadwal konsultasi. Chat yang belum dijawab dalam satu jam dikirimi satu pesan tambahan berisi foto hasil perawatan pasien sebelumnya, dengan izin pasien.

Setelah tiga minggu, klinik bisa melihat bahwa video penjelasan dokter menghasilkan percakapan berkualitas dua kali lebih banyak dibanding video promo diskon, meskipun biaya per kliknya lebih mahal. Anggaran kemudian dipindahkan ke format video edukasi.

Anggaran awal dan cara menaikkan skala

Mulailah dengan anggaran yang cukup untuk mengumpulkan beberapa puluh percakapan per minggu, karena keputusan yang diambil dari lima chat hampir selalu menyesatkan. Tetapkan juga batas jumlah chat yang sanggup ditangani tim per hari. Jika tim hanya mampu menangani 60 chat per hari dengan baik, menaikkan anggaran sampai menghasilkan 200 chat justru menurunkan kualitas layanan dan konversi.

Naikkan anggaran secara bertahap setelah biaya per pesanan stabil, dan tambah kapasitas balasan bersamaan, baik dengan menambah admin, memakai inbox bersama, atau memasang AI agent untuk pertanyaan awal.

Mengukur keberhasilan TikTok Messaging Ads

Biaya per klik atau biaya per percakapan saja bisa menyesatkan. Iklan dengan biaya per percakapan murah bisa menghasilkan ratusan chat "Halo" yang tidak pernah berlanjut. Gunakan corong sederhana:

Tahap

Pertanyaan yang dijawab

Percakapan dimulai

Apakah iklan dan pesan pembuka menarik?

Percakapan berkualitas

Berapa yang mengirim informasi yang dibutuhkan, misalnya foto, usia anak, atau lokasi?

Penawaran dikirim

Berapa yang sampai ke tahap harga final atau jadwal?

Pesanan

Berapa yang membayar?

Hitung biaya per tahap. Jika banyak percakapan dimulai tetapi sedikit yang berkualitas, perbaiki pesan pembuka atau targetnya. Jika banyak yang berkualitas tetapi sedikit yang membayar, perbaiki proses penawaran dan kecepatan tim.

Kesalahan yang sering terjadi

  1. Menjalankan iklan saat tidak ada yang membalas. Ini cara tercepat membuang anggaran.

  2. Video yang terasa seperti iklan televisi. Penonton TikTok menggulir lewat konten yang terlalu dipoles. Gunakan gaya konten asli.

  3. Pesan pembuka tanpa kode kampanye. Tanpa kode, Anda tidak tahu iklan mana yang menghasilkan pesanan.

  4. Mengarahkan pembeli TikTok Shop ke WhatsApp. Kebijakan TikTok Shop melarang mengalihkan transaksi ke luar platform. Gunakan iklan pesan untuk bisnis yang memang tidak bertransaksi di TikTok Shop.

  5. Menilai iklan hanya dari jumlah chat. Ukur sampai pesanan, atau setidaknya sampai percakapan berkualitas.

Ringkasan

  • Direct Messaging Ads membuka DM TikTok; Instant Messaging Ads membuka WhatsApp atau aplikasi pesan lain.

  • Pilih format berdasarkan di mana tim Anda paling siap membalas dan menindaklanjuti.

  • Tulis pesan pembuka yang spesifik dan sertakan kode kampanye.

  • Balas dalam hitungan menit, beri label sumber, dan serahkan ke manusia saat pelanggan siap membeli.

  • Ukur biaya per percakapan berkualitas dan biaya per pesanan.

Untuk jalur organik dari TikTok ke WhatsApp tanpa iklan, baca artikel cara mengarahkan penonton TikTok ke WhatsApp.

Pertanyaan yang sering diajukan

Apa itu TikTok Messaging Ads?

TikTok Messaging Ads adalah format iklan TikTok yang mendorong penonton memulai percakapan dengan bisnis, baik lewat DM TikTok (Direct Messaging Ads) maupun lewat aplikasi pesan pihak ketiga seperti WhatsApp (Instant Messaging Ads).

Apakah TikTok Messaging Ads tersedia di Indonesia?

Ya. TikTok mengumumkan Messaging Ads hadir di Indonesia sebagai bagian dari peluncuran di kawasan Asia Pasifik. Fitur dan opsi yang muncul di Ads Manager bisa berbeda per akun.

Mana yang lebih baik, Direct Messaging atau Instant Messaging?

Tergantung di mana tim Anda melayani. Jika chat dan penjualan dikelola di WhatsApp, Instant Messaging lebih praktis. Jika ingin penonton tetap di TikTok dan tim siap membalas DM TikTok, pilih Direct Messaging.

Berapa biaya TikTok Messaging Ads?

Biaya mengikuti sistem lelang iklan TikTok dan anggaran yang Anda tetapkan. Hitung biaya per percakapan dan biaya per pesanan untuk menilai apakah iklan menguntungkan.

Bagaimana cara menangani leads dari TikTok Messaging Ads?

Siapkan pesan sambutan yang langsung memberi nilai, balas dalam hitungan menit, beri label sumber iklan pada setiap chat, dan tindak lanjuti leads yang belum memutuskan.

Bagikan artikel ini

Antonio Kurniawan

Tentang penulis

Antonio Kurniawan

Product & Customer Success

Tim produk dan customer success ChatMo membantu bisnis di Indonesia mengelola percakapan WhatsApp, Instagram, dan webchat dengan AI agent dan inbox bersama.

Marketing & Broadcast

Live Chat untuk Website B2B: Cara Menangkap Leads Berkualitas dan Menjadwalkan Demo Lebih Cepat

Calon klien B2B jarang membeli di kunjungan pertama, tetapi sering punya pertanyaan yang menentukan apakah mereka akan menghubungi tim penjualan. Pelajari cara memakai live chat untuk mengkualifikasi leads, menjawab pertanyaan teknis dan harga, menjadwalkan demo, dan menyerahkan leads ke tim penjualan dengan konteks lengkap.

Antonio Kurniawan

Antonio Kurniawan

7 menit baca

Kelola semua chat pelanggan dari satu inbox

WhatsApp, Instagram, Facebook, Telegram, dan webchat dalam satu tempat, dengan AI agent yang membalas 24/7.